Mengapa Kaki Bisa Bau?

Kaki merupakan bagian terpenting dari anggota tubuh kita, mungkin karena letaknya pada bagian bawah maka sering luput dari perhatian bahkan sering terabaikan. Jika dibandingkan dengan tangan dan muka yang selalu jadi pusat perhatian.

Padahal kaki mempunyai peranan yang sangat penting, dengan kaki kita bisa melakukan banyak hal dari yang biasa sampai yang luar biasa. Bisa dibayangkan jika kita tidak mempunyai kaki tentu banyak hal yang tidak bisa kita lalui. Maka untuk itu kita perlu bersyukur, salah satunya yaitu dengan cara menjaga dengan baik, merawat dan menjaga kesehatannya.

Masalah yang sering kita jumpai pada kaki adalah seperti infeksi,  kapalan, tumbuh mata ikan, tumit kering dan pecah-pecah. Yang paling sering dialami dan dikeluhkan orang -orang adalah kaki bau.

Bisa dibayangkan,  Saat cuaca panas,  kita memakai sepatu tanpa mengenakan kaos kaki, terus kita bermain bola seharian atau melakukan aktivitas berat seperti naik turun tangga, berjalan sampai beberapa kilo meter bayangkan banyaknya keringat yang dihasilkan. Belum cerita sepatu yang sama dipakai berhari-hari Ketika kita melepaskan sepatu, wuaaaaaa……….. ada aroma yang menusuk hidung mirip-mirip bau ikan asin. Bau apa itu? Tentunya berasal dari kaki kita. Tapi kenapa kaki itu bisa bau?

Penyebab utama kenapa Kaki bisa bau,  karena adanya bakteri yang berkembang biak pada kaki. Bakteri lebih suka hidup di tempat yang gelap dan lembab,  seperti dalam sepatu yang berkeringat. Bakteri sangat mudah berkembang biak,  jika berada pada lingkungan yang lembab dan berkeringat. Jika kita tidak memakai kaus kaki maka keringat pada kaki akan memicu bakteri untuk berkembang biak dengan mudah

Lalu, bagaimana bakteri itu bisa berkembang pada pada kaki kita? Bakteri dapat berkembang biak dengan mudah jika kaki kita berminyak dan banyak terdapat sel kulit mati. Karena dengan memakan sel kulit mati dan minyak kulit maka bakteri pada kaki kita akan berkembang  biak dengan cepat.

Makanan utama dari bakteri adalah minyak yang terdapat pada sel kulit kita, dan juga kulit mati yang terdapat pada permukaan kulit. Bakteri perkembangannya sangat cepat dan mengeluarkan bau asam yang kuat yang disebut asam organik. Asam organik inilah yang membuat kaki kita menjadi BAU.

Jadi bagaimana cara menghilangkan bau pada kaki kita? Ada beberapa tips yang bisa dilakukan untuk mencegah bau dikaki

# Cucilah kaki secara teratur

Hal paling utama yang perlu diperhatikan pada kaki adalah kebersihannya, usahakan mencuci kaki dengan bersih dan teratur dengan menggunakan sabun anti bakteri. Sabun mampu membunuh bakteri lebih banyak pada kaki kita, atau bisa juga merendam kaki dengan air hangat dan garam disamping bisa membunuh bakteri mampu membuat kaki lebih rileks

# Kenakan kaus kaki yang bisa menyerap keringat

Kaus kaki yang bersih dan bisa menyerap keringat membuat kaki kita bisa berada pada kondisi kering, pilihlah kaus kaki dari bahan yang mudah menyerap keringat dan banyak mengandung bahan cotton. Jadi kemungkinan bakteri untuk berkembang biak sangatlah kecil.

#. Biasakan bertelanjang kaki

Kaki perlu juga diangin-anginkan dibiarkan agar bisa bernafas, dengan cara tidak memakai sepatu alias bertelanjang kaki. Dengan kondisi kaki selalu kering maka bakteri tidak punya kesempatan untuk berkembang biak di kaki kita

# Pakailah bedak anti bakteri untuk menghindari keringat.

Image : Wiki how

Penggunaan bedak anti bakteri sangat bagus untuk menciptakan suasana kaki agar tetap kering,  jadi bisa menghambat pertumbuhan bakteri itu sendiri. Anti septik   yang terkandung pada bedak juga mampu membunuh   bakteri dengan baik yang terdapat pada kaki

#Memakai Deodorant/ antipespirant

   Pemakaian deodorant/antipespirant pada kaki, di samping mampu membunuh bakteri deodorant juga mampu mencegah munculnya sel kulit mati pada kaki. Karena deodorant bersifat basa bisa menstabilkan tingkat keasaman (Ph) kulit kaki. Kemungkinan bakteri untuk berkembang biak sangat kecil dan bisa terhindar dari bau yang tak sedap.

Demikianlah tips agar kaki kita tetap selalu sehat, mari kita jaga kaki kita agar selalu sehat dan tidak menimbulkan aroma yang tidak sedap.

Saat Tawa malaikat Hilang Dari Rumah Tuhan

image: Ishak Mutiara

“Senang rasanya melihat anak-anak yang berlari ke sana kemari, riang gembira, tertawa bercanda bersama kawan-kawannyanya.”itulah anak-anak” gumam hati kecil saya sambil tersenyum simpul. Tapi keindahan dan Keceriaan yang baru saya lihat mendadak menjadi suram.Wajah yang tadinya ceria dan penuh tawa tiba-tiba berubah menjadi pucat dan ketakutan. Saya hanya tertegun melihat pemandangan di depan saya. Seorang bapak dengan wajah sangar dan mata tajam menyoroti anak-anak tersebut sambil melontarkan kata-kata kasar dari mulutnya. Saya tidak tahu apa peran bapak tersebut, apakah penjaga mesjid atau seorang jamaah shalat biasa. Terus terang saya miris ketika melihat raut wajah anak-anak yang tadinya terlihat gembira tiba-tiba berubah jadi kecut dan beranjak menjauh dari mesjid dengan wajah sendu.”

Fenomena diatas sering terjadi di lingkungan kita baik itu di mesjid, mushalla maupun di tempat tempat kajian. Hal ini tidak hanya terjadi pada generasi sekarang. Justru hal yang serupa juga pernah saya alami dulu, dimana saya pernah diomeli oleh seorang bapak-bapak yang dikenal kejam di menasah tempat saya tinggal.

Tentunya teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama ketika masih kecil dulu, pernah dihardik hanya karena kita cikikikan saat shalat atau senggol-senggolan dengan kawan lainnya di belakang. Pastinya itu  masa-masa yang indah tapi juga tidak enak untuk di kenang.

Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid adalah hal yang biasa dinegeri kita. Wajah seram, mata tajam, dan kata-kata kasar kerap keluar dari orang tua baik pengurus mesjid maupun jemaah dewasa. Mereka sering mengusir anak-anak untuk menjauh dari mesjid dengan alasan mengganggu. Bisa dibayangkan berapa generasi yang hilang dan menjauh dari mesjid jika dari jaman saya bocah sudah ada perlakuan demikian, bisa jadi suatu saat nanti akan ada masa dimana mesjid itu akan sepi tanpa pengunjung.

image :Tribun News

Peru kita pahami anak-anak ibarat malaikat kecil, sedangkan mesjid adalah rumah tuhan.  Jika malaikat-malaikat kecil yang lucu tanpa dosa berlarian di rumah Tuhannya apakah dikatakan suatu kesalahan?  Apakah kita punya hak untuk menghardik dan mengusir para malaikat kecil itu dari rumah Tuhannya? Jika alasannya karena mengganggu atau suka membuat keributan, itulah karakter dari anak-anak tidak lepas dari sifat khasnya yang lucu, ceria, dan periang.  kalau di bilang mengganggu anak mana yang tidak mengganggu. Jika keributan mereka mengganggu konsentrasi shalat, berarti masalahnya ada pada kita sendiri berarti harus berusaha lebih khusyuk ketika shalat.

Kita berharap mesjid-mesjid akan selalu di penuhi oleh para jemaah, dari yang remaja sampai dewasa.  Tapi kita tidak menyadari sikap kita justru membunuh cikal bakal penghuni mesjid. Mereka adalah generasi yang akan menggantikan kita kelak meramaikan mesjid. Jika dari kecil kita kerap melarang dan menghardik mereka saat bermain di mesjid, sebenarnya tanpa kita sadari sedang menjauhkan mereka dari mesjid.  Menciptakan generasi yang tak mengenal mesjid di masa akan yang akan datang.

Rasulullah sendiri sering mengajak kedua cucunya Hasan dan Husein ke mesjid. Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki punggung rasul saat mengimani shalat berjamaah dengan para sahabat. Dalam satu riwayat, Rasulullah pernah mempercepat shalatnya karena mendengar tangisan anak kecil memanggil ibunya yang sedang berjamaah bersamanya.

Seperti itulah mesjid yang dicontohkan pada masa nabi tidak pernah sepi dari anak-anak. Membiarkan anak-anak bermain dan bercanda dilingkungan mesjid agar mereka terbiasa dengan mesjid. Jangan salahkan jika anak-anak lebih senang bermain play station, para remaja lebih memilih mall sebagai tempat nongkrong, orang tua lebih memilih tempat lain untuk istirahat karena masjidnya sering di tutup dan hanya di buka selama 30 menit hanya untuk shalat.

Image : Oase Muslim

Pada jaman Rasulullah mesjid tidak hanya sekedar tempat ibadah, tapi merupakan pusat segala aktivitas seperti ibadah,  kegiatan keagamaan,  musyawarah. Bahkan pada masa rasulullah,  mesjid digunakan sebagai tempat para remaja belajar memanah dan berlatih perang. Pada masa khalifah pemilihan pemimpin dilakukan di mesjid.

Penakluk kota konstantinopel Shalahudin Al-Ayyubi dan Muhammad Al- Fatih pernah berkata “Jika suatu saat masa kelak kamu TIDAK lagi mendengar bunyi bising diantara shaf-shaf shalat di mesjid. Maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian dimasa itu. Dan ini BAHAYA besar saudaraku”

Sebenarnya mesjid seperti apakah yang kita inginkan kelak?   jika dari sekarang kita anti anak-anak dan kerap menjauhkan mereka dari mesjid. Jika bukan dari sekarang kita mengajak mereka untuk mengenal mesjid dan membiasakan mereka dengan lingkungan mesjid lalu kapan? Apakah ketika pikiran mereka sudah terlanjur dipenuhi pemikiran-pemikiran global dan menemukan tempat-tempat favorit yang bisa meracuni karakkter keislaman mereka?

Image : Era Muslim

Jadi, mari kita ajak anak-anak kita sejak dini ke mesjid mengajarkan kepada mereka tentang shalat, ibadah dan kebersamaan. Biarkanlah mereka bermain dan bercanda dilingkungan mesjid agar mereka terbiasa dengan lingkungan mesjid