“Senang rasanya melihat anak-anak yang berlari ke sana kemari, riang gembira, tertawa bercanda bersama kawan-kawannyanya.”itulah anak-anak” gumam hati kecil saya sambil tersenyum simpul. Tapi keindahan dan Keceriaan yang baru saya lihat mendadak menjadi suram.Wajah yang tadinya ceria dan penuh tawa tiba-tiba berubah menjadi pucat dan ketakutan. Saya hanya tertegun melihat pemandangan di depan saya. Seorang bapak dengan wajah sangar dan mata tajam menyoroti anak-anak tersebut sambil melontarkan kata-kata kasar dari mulutnya. Saya tidak tahu apa peran bapak tersebut, apakah penjaga mesjid atau seorang jamaah shalat biasa. Terus terang saya miris ketika melihat raut wajah anak-anak yang tadinya terlihat gembira tiba-tiba berubah jadi kecut dan beranjak menjauh dari mesjid dengan wajah sendu.”
Fenomena diatas sering terjadi di lingkungan kita baik itu di mesjid, mushalla maupun di tempat tempat kajian. Hal ini tidak hanya terjadi pada generasi sekarang. Justru hal yang serupa juga pernah saya alami dulu, dimana saya pernah diomeli oleh seorang bapak-bapak yang dikenal kejam di menasah tempat saya tinggal.
Tentunya teman-teman juga pernah mengalami hal yang sama ketika masih kecil dulu, pernah dihardik hanya karena kita cikikikan saat shalat atau senggol-senggolan dengan kawan lainnya di belakang. Pastinya itu masa-masa yang indah tapi juga tidak enak untuk di kenang.
Pengusiran dan penghardikan anak-anak di mesjid adalah hal yang biasa dinegeri kita. Wajah seram, mata tajam, dan kata-kata kasar kerap keluar dari orang tua baik pengurus mesjid maupun jemaah dewasa. Mereka sering mengusir anak-anak untuk menjauh dari mesjid dengan alasan mengganggu. Bisa dibayangkan berapa generasi yang hilang dan menjauh dari mesjid jika dari jaman saya bocah sudah ada perlakuan demikian, bisa jadi suatu saat nanti akan ada masa dimana mesjid itu akan sepi tanpa pengunjung.
Peru kita pahami anak-anak ibarat malaikat kecil, sedangkan mesjid adalah rumah tuhan. Jika malaikat-malaikat kecil yang lucu tanpa dosa berlarian di rumah Tuhannya apakah dikatakan suatu kesalahan? Apakah kita punya hak untuk menghardik dan mengusir para malaikat kecil itu dari rumah Tuhannya? Jika alasannya karena mengganggu atau suka membuat keributan, itulah karakter dari anak-anak tidak lepas dari sifat khasnya yang lucu, ceria, dan periang. kalau di bilang mengganggu anak mana yang tidak mengganggu. Jika keributan mereka mengganggu konsentrasi shalat, berarti masalahnya ada pada kita sendiri berarti harus berusaha lebih khusyuk ketika shalat.
Kita berharap mesjid-mesjid akan selalu di penuhi oleh para jemaah, dari yang remaja sampai dewasa. Tapi kita tidak menyadari sikap kita justru membunuh cikal bakal penghuni mesjid. Mereka adalah generasi yang akan menggantikan kita kelak meramaikan mesjid. Jika dari kecil kita kerap melarang dan menghardik mereka saat bermain di mesjid, sebenarnya tanpa kita sadari sedang menjauhkan mereka dari mesjid. Menciptakan generasi yang tak mengenal mesjid di masa akan yang akan datang.
Rasulullah sendiri sering mengajak kedua cucunya Hasan dan Husein ke mesjid. Bahkan Hasan dan Husein pernah menaiki punggung rasul saat mengimani shalat berjamaah dengan para sahabat. Dalam satu riwayat, Rasulullah pernah mempercepat shalatnya karena mendengar tangisan anak kecil memanggil ibunya yang sedang berjamaah bersamanya.
Seperti itulah mesjid yang dicontohkan pada masa nabi tidak pernah sepi dari anak-anak. Membiarkan anak-anak bermain dan bercanda dilingkungan mesjid agar mereka terbiasa dengan mesjid. Jangan salahkan jika anak-anak lebih senang bermain play station, para remaja lebih memilih mall sebagai tempat nongkrong, orang tua lebih memilih tempat lain untuk istirahat karena masjidnya sering di tutup dan hanya di buka selama 30 menit hanya untuk shalat.
Pada jaman Rasulullah mesjid tidak hanya sekedar tempat ibadah, tapi merupakan pusat segala aktivitas seperti ibadah, kegiatan keagamaan, musyawarah. Bahkan pada masa rasulullah, mesjid digunakan sebagai tempat para remaja belajar memanah dan berlatih perang. Pada masa khalifah pemilihan pemimpin dilakukan di mesjid.
Penakluk kota konstantinopel Shalahudin Al-Ayyubi dan Muhammad Al- Fatih pernah berkata “Jika suatu saat masa kelak kamu TIDAK lagi mendengar bunyi bising diantara shaf-shaf shalat di mesjid. Maka sesungguhnya takutlah kalian akan kejatuhan generasi muda kalian dimasa itu. Dan ini BAHAYA besar saudaraku”
Sebenarnya mesjid seperti apakah yang kita inginkan kelak? jika dari sekarang kita anti anak-anak dan kerap menjauhkan mereka dari mesjid. Jika bukan dari sekarang kita mengajak mereka untuk mengenal mesjid dan membiasakan mereka dengan lingkungan mesjid lalu kapan? Apakah ketika pikiran mereka sudah terlanjur dipenuhi pemikiran-pemikiran global dan menemukan tempat-tempat favorit yang bisa meracuni karakkter keislaman mereka?
Jadi, mari kita ajak anak-anak kita sejak dini ke mesjid mengajarkan kepada mereka tentang shalat, ibadah dan kebersamaan. Biarkanlah mereka bermain dan bercanda dilingkungan mesjid agar mereka terbiasa dengan lingkungan mesjid
