8 Penyebab Salah Pilih Jurusan Pada Saat Kuliah

Ada saat kita pernah merasa menyesal memilih jalan, berharap melalui jalan tersebut kita bisa mencapai tujuan sesuai target. Justru yang dijumpai sebaliknya, ternyata di tengah jalan kita terjebak dengan kemacetan. Mau mundur tidak bisa majupun tidak bisa “maju kena mundur kena” seperti itulah kira-kira istilahnya.

Akhirnya tidak ada pilihan lain, mau tak mau jalan tersebut harus dijalani baik terik maupun hujan, mengeluhpun tidak memberi perubahan apapun. Perlahan namun pasti jalan tersebut tetap harus di lalui dengan sabar untuk sampai ke tujuan.

Berbeda cerita yang naik kendaraan salah jurusan resikonya lebih besar jadinya tersesat dan jalan-jalan tanpa tujuan yang jelas.

Dalam hidup kita juga pernah dihadapkan dengan kondisi yang sama, dimana kita merasa menyesal di tengah jalan. Mau  mundur rasanya tidak mungkin,  majupun  terlalu berat.

Akhirnya pilihan hanya satu, semua harus  tetap dijalani dengan hati yang berat yang penting bisa sampai ke tujuan. Meskipun dengan kondisi nafas yang tersengal-sengal.

Kesalahan awal di mulai saat kita salah memilih jurusan di bangku kuliah. Sebenarnya pada saat itulah titik paling penting menentukan pilihan, karena kuliah merupakan jalan mendekati karier. Jadi diperlukan usaha yang maksimal dan totalitas untuk menjalaninya.

Kita sering tidak menyadari akan kesalahan tersebut, saat nama kita tercantum dalam deret kelulusan suatu universitas rasa gembira dan kebanggaan menyelimuti kita. Kita tidak tahu tantangan seperti apa yang akan kita jalani ke depannya.

Mungkin awal-awal semester semua masih berjalan lancar. Semester selanjutnya sudah mulai bingung dan sedikit meraba. Berikutnya merasa tersesat pada jurusan yang salah, namun tetap bertahan. Pada akhir semester baru merasa kewalahan.

Pada saat itulah barulah menyadari berada pada posisi yang salah, mau berhenti rasanya sayang. Jadinya kuliah tetap dilanjutkan sampai akhir dalam kondisi yang kelelahan dan nilai pas-pasan. Akhirnya lahirlah sarjana yang tidak berkopeten di bidangnya.

foto: Codepolitan

Sebenarnya Ada beberapa faktor penyebab seseorang salah memilih jurusan diantaranya adalah:

  1. Sistem Pendidikan Yang  Ambigu

Sistem pendidikan di negeri ini membuat kita meraba-raba memilih jurusan mana yang cocok untuk kita. Setiap siswa dituntut menguasai semua bidang/mata pelajaran.

Jadinya siswa tidak menyadari potensi diri yang dimilikinya. Akhirnya siswa terpaksa mempelajari semua mata pelajaran. Kalaupun ada pembagian jurusan, biasanya pada kelas tiga Sekolah menengah Atas. Waktu yang sempit untuk mengembangkan bakat minat serta menggali potensi , yang dimiliki seorang siswa.

2. Pengaruh trend/ gengsi

Pengaruh trend adalah hal yang paling sering terjadi dikalangan siswa saat memilih jurusan. Anggapan bahwa jursan IPA adalah jurusan anak-anak pintar dan cerdas. Umumnya para siswa berlomba-lomba ingin kejurusan tersebut. Padahal nilai rata-rata mereka lebih cenderung ke IPS dan BAHASA. Tapi karena faktor gengsi semua berlomba-lomba ke IPA

3. Ingin Kuliah dikampus Ternama

Siapa sih yang tidak senang jika mampu menembus kampus ternama seperti Kedokteran, Teknik, Hukum, MIPA. Orang Tua mana yang tidak bangga saat anaknya lulus di kampus terkenal yang diminati kebanyakan orang – orang.

Walaupun pada kenyataannya jauh dari bakat minat si anak dan membuat si anak kelimpungan pada saat bersaing dilingkungan kampus. Ujung-ujungnya akan berefek pada masa depan nantinya.

 4. Dominasi Orang tua

Dominasi orang tua sangat berpengaruh besar pada saat pemilihan jurusan. Orang tua sangat berharap anaknya bisa kuliah dibidang yang ternama misalnya Kedokteran, Teknik, AKPOL, AKABRI, IPDN, dan STAN dengan harapan masa depan anaknya lebih terjamin.

Sering kali anak dipaksakan menuruti kemauan orang tuanya meskipun bertolak belakang dengan bakat minat yang dimiliki.

5. Pengaruh Prospek masa depan dari pilihan jurusan

Faktor prospek masa depan sebuah jurusan juga berpengaruh pada saat pemilihan jurusan. Misalnya bidang guru dan medis mempunyai peluang yang besar dalam penerimaan tenaga kerja.

Maka pilihanlebih cenderung pada kedua bidang tersebut. sedangkan jurusan seni, ilmu hewan, hukum dan lainnya kurang diminati jadinya banyak potensi diri yang terabaikan.

6. Faktor Ekonomi

Mengingat biaya pendidikan yang sangat mahal, membuat siswa berpikir berulang kali untuk memilih jurusan yang diminati. Mereka cenderung mengurungkan niatnya memilih jurusan yang sesuai keinginannya, mengingat besarnya biaya yang harus dikeluarkan.

Jika seorang siswa yang berprestasi mampu menembus jurusan favorit dikampus ternama harus mengabaikan prestasinya hanya karena faktor biaya. Terpaksa memilih kuliah di kampung sambil membantu orang tua.

7. Kurangnya pengarahan dari guru konseling.

Peranan guru konsling sangat berpengaruh pada masa sekolah menengah. Dimana siswa perlu diarahkan pada bakat minat yang dimiliki. Mereka perlu banyak pengarahan mengingat berada pada posisi peralihan dari remaja menuju pendewasaan.

Di kota mungkin peranan guru konsling sudah mulai ada, sedangkan di daerah-daerah guru konsling bisa masih dikatakan tidak  ada.

8. Tidak Adanya Psiko Test.

Tes bakat minat sebenarnya sangatlah  penting untuk menggali potensi dari si anak. Bagusnya dilakukan pada saat menjajaki bangku menengah supaya memudahkan guru, orang tua untuk mengarahkan bakat dan minat si anak. Tapi hal ini jarang dilakukan mengingat ketidak tahuan orang tua dan biaya untuk psikotes relatif mahal.

Faktor diatas merupakan kesalahan yang tidak kita sadari pada saat kita memilih jurusan. Kesannya spele tapi memberi dampak yang besar untuk penentuan masa depan.

Ketika seseorang kuliah bukan pada jurusan bakat dan minatnya, maka ilmu yang di serap kurang maksimal lulus dengan nilai pas-pasan tidak menghasilkan sarjana yang berkopeten dibidangnya.

Semua akan berlanjut ke jenjang kerja, saat bekerja tidak sesuai passion akan berpengaruh pada kinerja seseorang.

Jadi kepada yang merasa telah salah mengambil jurusan berusahalah untuk mencintai profesi yang sekarang, kalaupn masih ingin mengembangkan karier sesuai bakat dan minatnya tidak ada kata terlambat selalu ada kesempatan kedua.

Tapi kepada adik-adik yang akan melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah diharapkan mau belajar dan berkonsultasi kepada guru konsling atau psikolog tentang pemilihan jursan sesuai bakat dan minat.

 

 

7 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Setelah Makan

 

Makan merupakan kebutuhan paling utama dalam hidup. Orang bekerja siang dan malam hanya untuk memenuhi hajat hidup yang satu ini. Tanpa makan kita tidak bisa menjalani aktivitas dengan sempurna.

Maka dari itu makan menjadi pokok utama penunjang hidup. Tapi, terkadang kita sering mengabaikan aturan makan itu sendiri kita lebih mengutamakan kenyang, enak dan nyaman ketika makan. Banyak hal-hal yang kita abaikan setelah makan misalnya kesalahan yang jarang kita ketahui setelah makan. Adapun kesalahan yang sering kita lakukan tanpa disadari adalah:

 1. Merokok

Menurut seorang apoteker berkebangsaan Nigeria universitas Ilorin Teaching, merokok satu batang setelah makan sama bahayanya merokok sepuluh batang sekaligus.

Setelah makan tubuh kita mengalami peningkatan aliran darah dalam jumlah besar terutama pada organ pencernaan. Pada saat makan, pencernaan bekerja secara maksimal. Jika kita merokok setelah makan, maka oksigen dalam darah akan berikatan langsung dengan nikotin yang terdapat pada rokok.

Racun tersebut akan terserap sempurna dalam jumlah besar ke dalam aliran darah. Tentunya akan beresiko kepada organ-organ lain

 2. Makan Buah

Makan buah merupakan kebiasaan orang-orang pada umumnya. Pada acara jamuan makan sering kita lihat hidangan penutup berupa buah-buahan, es buah, salad, rujak dan juice.

Makan buah setelah makan bisa menyebabkan perut kembung dikarenakan adanya kandungan udara atau lebih dikenal dengan begah. Jika buah dikonsumsi secara bersamaan dengan makanan utama akan saling berlawanan. Karena zat seperti karbohidrat, protein dan vitamin yang terdapat pada makanan akan diproses dengan cara penguraian. Sedangkan serat yang terkandung dalam buah diproses secara fermentasi.

Makan buah bagusnya sebelum makan 30 atau 60 menit sebelumnya. Jika kita makan buah setelah makan tunggulah satu sampai dua jam setelah makan.

3. Minum Teh

Minum teh sudah menjadi tradisi dalam keseharian kita. Bahkan teh sudah menjadi minuman wajib bagi pecinta kuliner, baik teh manis, pahit, panas dan dingin.

Mengkonsumsi teh setelah makan tidaklah bagus karena teh mengandung kadar asam yang tinggi menyebabkan kandungan protein dalam makanan sulit untuk dicerna. Zat tanin yang terkandung dalam teh juga bisa menyebabkan B1 dalam nasi terendapkan tidak terserap oleh tubuh. Di samping itu teh juga bisan menghambat penyerapan zat besi dalam tubuh.

3. Mandi setelah makan

Mandi setelah makan akan menyebabkan peningkatan aliran darah ke bagian tubuh lainnya, misalnya tangan, kaki, kepala dan bagian tubuh lainnya. Sehingga darah disekitar perut akan menurun bisa menyebabkan kelemahan saraf sistem pencernaan.

Hal ini juga bisa menyebabkan sistem transportasi dalam tubuh terganggu. Disaat makan, tubuh sedang berkonsentrasi mengalirkan darah ke alat pencernaan justru akan berbalik arah kebagian tubuh lainnya untuk menstabilkan suhu tubuh

4. Berjalan

Berjalan setelah makan adalah kebiasaan yang tidak baik untuk kesehatan, karena berjalan menyebabkan alat pencernaan susah menyerap nutrisi dari makanan yang kita makan. Bagusnya setelah makan duduklah sejenak selama 30 menit atau lebih agar penyerapannya sempurna.

5. Tidur

Hindari  tidur setelah makan, karena hal tersebut dapat menyebabkan asupan makanan tidak tercerna sempurna. Makanan yang kita makan saat tidur akan naik ke dada. Hal ini bisa menyebabkan infeksi pada kerongkongan, dikarenakan asam lambung yang dikeluarkan untuk mencerna makanan akan naik ke dada/ kerongkongan. Hal ini bisa menimbulkan iritasi kerongkongan yang dikenal dengan Acid Reflux.

5. Olah Raga

Olah raga setelah makan bukanlah ide yang bagus. Di samping pencernaan yang tidak sempurna penyerapan nutrisi juga tidak bagus. Melakukan olah raga berat setelah makan bisa membuat asam lambung naik, cegukan, mual dan muntah.

Demikian kebiasaan salah yang sering kita lakukan tanpa kita sadari dan bisa berakibat buruk untuk kesehatan.

Bagaimana Cara Mengatasi Depresi

Foto: Artpict

Setiap manusia itu tidak ada yang bebas dari masalah, selama kita masih hidup masalah itu tetap ada. Jika menghadapi masalah membuat seseorang sedih, stres dan depresi itu adalah hal yang wajar.  Kita boleh menangis semau kita. Tetapi, sedih dan menangisnya jangan terlalu lama cukup 1 atau 2 minggu setelah itu bangkitlah dan tersenyum lagi jalani hidup seperti semula.

Dalam minggu ini ada berita di media di mana di Jawa Tengah ada seorang ibu melompat bersama putrinya dari lantai 10 sebuah hotel tewas di tempat. Kabarnya si ibu adalah istri kedua dan anak dari pernikahan sirinya.

Baru-baru ini juga diberitakan seorang ibu nekat menenggak racun serangga untuk mengakhiri hidupnya tapi sebelumnya meracuni ketiga anaknya terlebih dahulu naasnya percobaan bunuh diri si ibu gagal kini dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Berita duka juga terdengar dari jagat hiburan korea artis ternama Jeon Tae So dikabarkan meninggal akibat menderita depresi. Belum lama juga dari blantika Musik Asia, ada kabar seorang artis K-POP Jong Hyun SHINee bunuh diri. Sontak membuat fansnya terkejut dan mereka yang umumnya remaja ikut-ikutan bunuh diri seperti idolanya dengan cara menenggak obat penenang.

Masih segar dalam ingatan kita khususnya pecinta musik dunia dikejutkan dengan meninggalnya Chester Benington vocalis band ternama dunia LINKIN PARK dimana kedapatan bunuh diri dengan cara menggantung diri. Kabarnya rekannya sebelumnya juga melakukan hal yang sama tepat di tanggal yang sama pada hari kematiannya.

Masih banyak artis-artis papan atas yang mati karena bunh diri, misalnya: Michael Jackson, Whitney Hoston, Elvis Presley, Robin Wiliams, Marrilyn Monroe, Cory Montaith, dan masih banyak arti-artis lainnya yang mumumnya mereka sedang berada di puncak karir. Penyebab kematian mereka umumnya karena depresi.

Bunuh diri sudah menjadi hal yang biasa di era sekarang, dimana seseorang begitu mudah mengambil pilihan mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri. Sebenarnya apa penyebab seseorang bisa mengambil jalan pintas tersebut.

Kalau berbicara tentang kesulitan hidup, kasus bunuh diri tidak hanya terjadi kalangan menengah ke bawah justru umumnya banyak terjadi pada kelas menengah ke atas, mereka bunuh diri saat berada di puncak karir dan pada masa popularitas yang tinggi. Berarti materi, ketenaran bukanlah tujuan utama kebahagiaan hidup buktinya banyak para artis bunuh diri pada puncak popularitas dan bergelimang harta.

Umumnya mereka yang bunuh diri disebabkan depresi yang berkepanjangan. Lantas mengapa seseorang yang depresi itu harus mengambil langkah bunuh diri?

Depresi merupakan suatu gangguan mental yang ditandai dengan suasana hati yang terus tertekan atau kehilangan minat dalam beraktivitas yang menyebabkan penurunan dalam kulitas hidup.

Depresi bisa di sebabkan oleh traumatic, luka yang mendalam ataupun tekanan yang menyebabkan stres berkepanjangan berujung pada depresi. Akibatnya melakukan pelarian ke obat penenang, alkohol dan bunuh diri. Mengapa depresi begitu mudah menghinggapi jiwa manusia?

Semua kembali kepada jiwa masing-masing, tidak semua jiwa mempunyai pertahanan yang sama. Ada yang kuat, tenang dan ada yang rapuh. Begitu ditimpakan sedikit masalah sudah stress dan menyalahkan semua pihak, bahkan banyak yang menempuh jalan yang salah dengan lari ke alkohol dan obat-obat terlarang.

Logikanya, jiwa kita di ibaratkan sebuah ember yang diisi air. Jika ember itu kosong, maka seseorang akan mengalami depresi. Misalkan sebuah fenomena dimana orang-orang banyak melakukan dugem atau mengkonsumsi obat terlarang. Mungkin ini cara yang ampuh untuk mengatasi stress tapi perlu diketahui ini hanya berlaku sementara sebagai pelarian berhasilnya sesaat siapapun akan bahagia.

Sebenarnya, tanpa kita sadari justru kita telah mengguncangkan ember itu dengan sangat kuat. sehingga air dalam ember tersebut tumpah keluar. Karena kita menggoyangnya terlalu kuat. Makin lama makin sedikit sampai habis. Tanpa kita sadari kita telah menjadi pribadi yang kering dan labiL. Puncaknya pada saat air dalam ember tersebut habis, seseorang akan mengalami depresi karena otak sudah tidak bisa menanganinya.

Analogi air dalam ember bisa juga dikondisikan lebih buruk. Misalkan kita bocorkan maka lebih berbahaya dari yang diatas. Bisa disebabkan alkohol, narkoba dan obat penenang. Bisa dibayangkan, jika sebuah ember dibocorkan sekaligs diguncangkan maka begitu cepat air dalam ember tersebut habis. Puncaknya seseorang akan mengalamai stres dan depresi berkepanjangan pada ujungnya gila atau bunuh diri.

Seorang yang berjiwa tenang bisa dianalogikan ember yang berair tenang. Ketika ada masalah dicairkan dengan doa, Kalaupun ada guncangan riaknya akan sangat kecil. Semua akan kembali tenang ketika semua disandarkan pada Tuhan.

Menurut Psikolog klinis Pingkan CB Rumondor menjelaskan, rasa marah, sedih, bingung adalah sesuatu yang wajar. Namun rasa itu mampu memicu seseorang berbuat irrasional.

Perlu diketahui pertahanan seseorang tidaklah sama dalam menghadapi masalah. Kita tidak bisa menyalahkan sebab ketahanan seseorang itu dalam menghadapi masalah karena pola asuh orang tua. Pastinya ada proses panjang sebelumnya yang mereka alami dan kita tidak menyadari keganjalan dari mereka.

Ada lima fase yang harus dilewati ketika kita melewati permasalahan:

1. Fase Penyangkalan

Fase penyangkalan dimana kita biasanya menyangkal, seperti ‘Kenapa ini terjadi sama saya?” “ kenapa harus saya “ kita masih memungkiri segala hal yang terjadi masih beranggapan semua tidak mungkin. Shock adalah respon awal menerima sebuah kenyataan.

2. Fase Marah

Fase dimana kita berontak tidak bisa menerima kenyataan, jiwa kita marah meronta dan menangis sejadi-jadinya. Pada fase ini seseorang bisa mengekspresikan segala emosinya seperti menangis sejadi-jadinya.

3. Fase Menawar (bargaining)

Yaitu fase dimana kita bersedia melakukan sesuatu asal mendapatkan kembali apa yang kita inginkan. Fase ini orang akan kehilangan pegangan akan melakukan apapun untuk mengembalikan semua menjadi seperti semula.

4. Fase depresi

Fase dimana kita menangisi segala hal yang terjadi, pada saat depresi kita biasanya mencari orang lain seperti kawan atau orang tua yang bisa dijadikan kawan untuk bicara atau curhat. Tentunya seseorang yang bisa dipercaya dan tidak mendakwa kita. Sebab orang sedang bermasalah hanya butuh didengarkan, perlu pembelaan dan mendapat masukan positif bukan untuk disalah-salahkan.

Dalam kondisi depresi kita tidak boleh vaukm harus tetap melakukan kegiatan biasa, seperti mandi, merawat diri dan beraktivitas seperti biasa. Akan lebih bagus kita melakukan kegiatan rileks yangmenyenangkan.

Perlu diketahui masa depresi itu hanya bisa ditolerir paling lama 2 minggu setelah itu kita harus menerima kondisi yang sebenarnya agar kita bisa bangkit dan beraktivitas seperti semula.

5. Fase Penerimaan Diri

Jika selama dua minggu kita belum bisa move on bersiaplah untk menjumpai konselor atau psikiater sebgai bantuan ahli. Jelaskan masalah yang sebenarnya. Hal yang perlu di ingat saat masalah berat melanda jangan biarkan pikiran irrasional menguasai kita. Usahakan untuk tetap rasional, menyayangi diri sendiri, orang-orang yang kita sayangi sehingga tidak terlintas hal-hal yang bisa menyakiti diri kita.

Tetaplah belajar dari kondisi yang ada diambil hikmahnya dan tetap selalu bersyukur.

 

Demikianlah cara menyikapi depresi, apapun masalah kita tetaplah tegak untuk masa depan. Tetaplah bersabar dan bersyukur carilah teman dan lingkungan yang positif. Tetap beriktiar dan serahkan semuanya pada TUHAN.