
Ganja merupakan tanaman musiman di daerah tropis yang tumbuh pada ketinggian 1000 meter diatas permukaan laut, tingginya hanya mencapai 2 meter. Sampai saat ini keberadaanya masih kontroversi. Ada sebagian orang beranggapan ganja hanyalah tumbuhan yang berfungsi sebagai obat-obatan, lebih tepatnya sebagai obat anti nyeri dan depresi kadang-kadang digunakan sebagai bumbu masakan. Jika suatu masakan yang dagingnya alot ditambahkan sedikit biji ganja atau daunnya maka daging tersebut akan terasa lebih empuk dan gurih.
Dalam kaca mata hukum, ganja termasuk barang ilegal dan digolongkan dalam narkotika golongan 1. Jika Seseorang kedapatan mengkonsumsi ganja atau mengedarkannya maka ancaman minimal 5 -25 tahun penjara untuk pemakai dan hukuman mati bagi pengedar. Sebahagian orang sampai sekarang masih beranggapan kalau ganja bukanlah barang yang haram mengingat masih ada pro dan kontra mengenai halal dan tidaknya.
Kita disini tidak berbicara tentang haram atau tidaknya ganja tapi hanya memaparkan beberapa fakta tentang ganja, kegunaan dan sebab mengapa ganja itu bisa memabukkan. Karena selama ini masyarakat hanya tahu kalau ganja sebagai tanaman berbahaya dan termasuk komoditas narkoba.
Adapun fakta yang perlu diketahui tentang ganja adalah:
- Ganja merupakan bagian dari unsur religi
Pada zaman dahulu ganja dianggap tanaman dewa atau tanaman luar biasa, dikarnakan manfaatnya yang sangat besar. Dalam Weda tumbuhan ini dianggap tanaman suci, di India sebagian Shadu yang menyembah dewa shiwa menggunakan produk derivatif ganja untuk melakukan ritual penyembahan dengan cara menghisap melalui pipa chilam/chilum dengan meminum Bhang. Ritual ini bertujuan untuk meningkatkan vitalitas, sebagai penghilang rasa penat saat melakukan sembahyang. Dimana pengguna akan mengalami high suatu proses peningkatan kesadaran lebih tinggi (high consistance) makanya pengguna ganja terlihat lebih tenang atau rilex.
2. Ganja bisa dijadikan Sebagai bahan baku Industri Textil
Di negara-negara besar seperti Uni Eropa, Australia, Selandia Baru dan RRC, tanaman ganja dibudidayakan secara legal dan massal. Biasanya biji dari tanaman tersebut diambil sebagai bungkil, sedangkan serat batangnya yang dikenal dengan hemp bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku textil. Di negara subtropis Ganja populer bukan hanya sebagai penghasil biji tapi serat dari kulit batang tanaman tersebut bisa diolah menjadi serat lunak sebagai bahan baku textil yang berkualitas.
Kekuatan serat ganja mengalahkan flax dan kapas, makanya ganja menjadi pilihan budidaya yang sangat pesat di negara subtropis. Disamping sebagai bahan baku textil, serat ganja juga digunakan sebagai bahan pembuat tali tambang yang sering digunakan untuk pengikat kapal di dermaga. Hampir semua negara Uni Eropa membudidayakan ganja terutam Perancis. Di luar Uni Eropa ganja juga ditanam di Kanada, RRC, Australia. Kecuali Amerika yang masih menganggap ganja merupakan jenis dari marijuana.
3. Ganja Sangat bermanfaat Dalam Pengobatan Medis
Dalam dunia kedokteran ganja berfungsi sebagai obat bius untk menghilangkan kesadaran pasien agar tidak mengalami rasa sakit pada saat pembedahan . Ganja juga bisa menjadi obat anti nyeri yang bagus terutama untuk penderita kanker. Produk yang sering digunakan sebagai obat anti nyeri adalah dalam bentuk minyak ganja (hemp oil). Banyak penderita kanker merasa jauh lebih baik setelah mengkonsmsi minyak biji ganja.
4. Ganja Sering Digunakan sebagai Bumbu Masakan
Ada beberapa kalangan beranggapan ganja itu hanyalah bumbu masak, misalnya di Aceh. Umumnya masyarakat di Aceh masih beranggapan ganja hanyalah bumbu masakan. Seperti bumbu masakan pada umumnya ganja sering ditambahkan pada makanan seperti mi, dan masakan daging pada acara-acara besar seperti kenduri rakyat sebagai penambah cita rasa makanan. Umumnya mereka tidak mengalami efek apa-apa dari tanaman tersebut seperti candu, mabuk atau yang sejenisnya justru semakin menambah selera makan. Maka tidak heran di Aceh mudah dijumpai yang namanya pohon ganja karena mereka sering menggunakan sebagai bumbu masakan.
Kabarnya ada pula isu bahwa masakan padang terkenal lezat sampai internasional dikarenakan menggunakan ganja. Sebenarnya bukan dicampur ganja, melainkan bumbunya ditumis dengan minyak biji ganja yang sama sekali tidak memabukkan seperti tanaman ganja pada umumnya.
5. Ganja bisa Sebagai penenang atau rilekssasi
Ganja sering digunakan untuk rileksasi bagi penderita stres atau depresi, efek samping hampir tidak ada dibandingkan dengan oabt-obatan yang biasa digunakan psikiater. Bahkan ganja lebih aman di dbandingkan vit c dan garam. Jika Vit C perbandingan 1:1000 justru ganja 1:50000
6. Ganja sebagai sumber Pangan.
Minyak ganja yang berasal dari family tertentu seperti cannabis L.subsp dan sativa var.sativa biasa diperdagangkan dalam bentuk minyak ganja (hemp oil). Minyak biji ganja mempunyai kualitas yang sama dengan lisenseed oil yang berasal dari biji tanaman flax. Kebetlan flax juga merupakan sumber serat kain sama dengan ganja. Hemp oil dan lisenseed oil sama-sama bahan bernilai tinggi karena mengandung 80 % asam lemak esensial (essential fatty acids,EFAs): linoleic acid, omega 6, (LA 55%), alpha-linolenic acid, omega3 (ALA, 22 %), gamma linolenic acid, omega 6 (GLA,1-4 %) dan stearidonic acid, omega 3 (SDA,0-2%). Minyak (ganja hemp oil) berbeda dengan hash oil yang diekstrak dari hasish yang berfungsi sebagai narkoba.
Dari fakta-fakta tersebut bisa disimpulkan jika ganja bukanlah tanaman yang berbahaya, justru memiliki daya guna yang sangat tinggi. Jika digunakan secara benar maka akan menjadi asset yang sangat menguntungkan, tapi mengapa ganja sampai sekarang masih dilegalkan dan dianggap benda haram? Jawabannya karena memabukkan dan tergolong dalam narkotika golongan 1.
Mengapa Ganja Memabukkan Termasuk Komoditas Narkoba?
Sebenarnya ganja bukanlah tanaman yang memabukkan jika dikonsumsi dengan benar sesuai dosis. Tidak semua bagian dari tumbuhan ganja itu memabukkan, misalnya batang dan daun bisa dijadikan serat sebagai bahan baku textil. Demikian juga dengan bijinya bisa dijadikan minyak sebagai bumbu masakan. Sebenarnya Yang membuat mabuk bukanlah batang maupn daunnya melainkan bunganya yang sering digunakan sebagai bahan narkoba.
Sampai sekarang, spesies ganja msih menjadi perdebatan di kalangan taksonom. Sebagian taksonom berpendapat hanya ada satu spesies ganja yaitu cannabis sativa. Sedangkan sebagian kecil taksonom Rusia berpendapat ada 3jenis spesies ganja yakni cannabis sativa, cannabis indica dan cannabis ruderalis. Taksonom luar Rusia beranggapan bahwa indica dan ruderalis bukan speies melainkan sub spesies.
Meskipun perdebatan tentang ganja masih berlanjut, umumnya yang diterima taksonom hanyalah variaetas tunggal. Maka ada2 tipe ganja yaitu cannabis sativa L.subs.dan sativa var sativa. Yang sering dibudidayakan sebagai serat untuk industri textil dan bijinya biasa dijadikan hemp oil . Sedangkan cannabissativa subsp.indica lebih banyak digunakan sebagai narkoba.
Sebenarnya yang dipanen sebagai bahan narkoba bukanlah daun atau batangnya justru bunga betina yang telah masak. Bunga yang masih muda atau terlalu tua sangat sedikit mengandung tetrahidrycannabinol yaitu bahan aktif yang membuat sipengguna teler. Jadi daun manapun ganja sama sekali tidak mengandung narkoba.
Anggapan bahwa yang sering dilinting untuk konsumsi narkotika adalah daun ganja sebenarnya salah. Justru karena menyatunya bunga betina masak dengan daun bahkan ranting kemudian dikeringkan inilah yang dinamakan marihuana (marijuana). Apabila produk ini dipress, maka getah (resin) yang keluar dari batang,daun serta bunga cannabis akan menggumpal bahkan kadang menggumpal menjadi pasta atau lebih dikenal dengan hashish.
Marihuana, Hashish dan Hemp oil.
Sama halnya dengan candu (opium, papaver somniferum) dan coca (erythoxylum coca) ganja sebenarnya di budidayakan untuk diambil 9-THC yang terkandung pada tanaman tersebut, sering dipergunakan dalam dunia farmasi. Sedangkan candu lebih dikenal sebagai penghasil morvin dan heroin. Ganja menghasilkan marihuana serta hashish dan sering salah dipergunakan itupun produk tersebut berasal dari bunga betina masak dari tanaman cannabis sativa subsp. Sedangkan biji dari spesies tanaman tersebut hampir sama dengan biji wijen, sering dipress untuk menghasilkan minyak dan bungkil. Minyak biji ganja inilah yang biasa diperdagangkan sebagai hemp oil. Minyak biji ganja ini berkualitas tinggi sering digunakan sebagai sumber pangan.
(sumber: F.Rahardi Forum Kom. Agrobisnis)
