
“Dia menangis karena sepedanya dinaiki orang, dia menangis karena takut sepedanya rusak, dan dia menangis karena sepedanya dibilang jelek. Dia menangis sejadi-jadinya meluapkan segala emosinya, dengan cara meronta, menendang dan menjerit sekeras-kerasnya. Apakah tidak ada yang mendiamkannya pasti terbersit pertanyaan seperti itu? Justru dibiarkan dia menangis sepuasnya dengan cara mengungkapkan dan meluapkan segala emosi sampai dia tertidur pulas karena kelelahan. Selang beberapa jam kemudian dia bangun dengan segar langsung bergegas mandi, pakai baju, berbedak dan wangi berkemas hendak les sore, Saya mendekatinya dengan senyum dan bertanya dengan lembut “ tadi siapa yang nangis ya?” dia hanya nyengir sambil tersenyum simpul seolah tidak terjadi apa-apa.”
Seperti itulah anak kecil, jika marah dia akan menangis sejadi-jadinya tidak peduli apa yang dia tangisi. Meskipun itu adalah hal kecil dan sepele menurut kita, terkadang mereka menangis hanya karena es krimnya tumpah di baju, tersandung atau terpeleset bisa jadi karena mainannya rusak atau hilang.
Tapi bagi seorang anak itu adalah hal yang lumrah, yang penting dia sudah melampiaskan emosinya karena seperti itulah cara mereka mengungkapkan suara hati dan kekesalannya. Namun satu hal yang bisa kita pelajari dari tangisan seorang anak kecil adalah mereka mampu melupakan penyebab “kenapa mereka bisa menangis”. Begitu mudah mereka lupa, bisa bangkit dan ceria kembali.
Menangislah jika memang harus menangis
Karena sesungguhnya kita manusia
Manusia pernah terluka, manusia pasti menangis
Manusiapun bisa mengambil hikmahnya
dewa
Sama halnya dengan anak kecil, orang dewasa juga kerap menangis. Setiap orang pastinya pernah menangis, apakah menangis karena terluka, dikhianati, sedih, terharu atau bahagia. Menangis itu adalah hal yang lumrah dan manusiawi, tidak perlu malu dengan cara ditahan atau ditutupi.
Untuk seorang pria mungkin menangis adalah hal yang dianggap tabu, terkesan lemah dan dianggap memalukan dalam budaya kita. Masih ada anggapan menangis itu identik dengan anak kecil yang cengeng atau para wanita yang rapuh. Sebenarnya tidak, justru menangis merupakan suatu respon fisik akibat dari reflek atau gejolak emosi yang dirasakan oleh seseorang.
Secara medis menangis itu bagus untuk kesehatan, karena membantu menyingkirkan unsur kimiawi stres dalam tubuh. Dengan menangis luapan emosi yang mengandung 24 % protein albumin dalam otak akan terurai yang berperan penting dalam mengatur metabolisme tubuh. Di samping itu menangis mampu menstabilkan hormon dalam tubuh yaitu endorphin leuchin-enkaphalin dan prolaktin yang punya pengaruh besar terhadap stres. Menangis juga mampu meningkatkan pertahanan tubuh akibat perasaan lega yang dirasakan setelah menangis, merupakan respon dari sistem limbik otak dan jantung yang terbebas dari stres.
Menangis tentunya di tandai dengan keluarnya air mata, karena air mata mempunyai peranan yang sangat penting saat menangis, disamping bisa menjernihkan mata, membuat perasaan atau mood menjadi lebih baik, juga bagus untuk kesehatan. Meskipun menangis dianjurkan karena sangat bagus untuk kesehatan, tapi menangis tidak dibenarkan dalam beberapa kondisi tertentu Misalnya:
- Menangis dalam lingkungan kerja
Menangis dalam lingkungan kerja bukanlah hal yang tepat karena akan menunjukkan sisi lemah seseorang baik di mata atasan atau bawahan. Sesulit apapun cobalah menahannya agar tidak menangis di depan kolega kerja. Carilah tempat yang aman untuk menumpahkan tangisan itu baik pada saat sendiri atau di dalam toilet seperti orang lakukan pada umumnya
- Menangis Saat Menghadapi Musuh
Menangis di depan musuh tidak diharapkan karena itu menunjukkan sisi pertahanan kita begitu rapuh. Tunjukkan kekuatan kita di depan musuh dengan cara tidak bergeming, meskipun di balik semua itu kita adalah sosok yang lemah dan rapuh. Kelemahan dan kerapuhan hanya layak ditunjukkan di depan Tuhan.
- Menangis untuk mempertanyakan keadilan Tuhan
Saat ditimpa kemalangan, orang-orang kerap mempertanyakan keadilan tuhan. Di saat itulah orang-orang kerap menangis meraung-raung menunjukkan kemarahan terhadap tuhan. Kita sering menuntut dan layak mendapatkan hal yang kita inginkan. Bahkan saat memintapun terkesan memerintahkan tuhan. Menangis dalam keluhan tidak dibenarkan apalagi dalam bentuk ratapan dan kemarahan kepada tuhan.
- Menangis sebagai tipu muslihat
Menangis untuk mencapai suatu tujuan tidak di benarkan, Terkadang orang menangis sesunggukan sebagai tipu muslihat untuk meyakinkan seseorang sampai orang yang dimaksud itu iba dan merasa kasihan serta mengabulkan keinginan dan harapannya.
Bukan tidak boleh kita menangis, dibolehkan tapi menangislah dalam konteks yang wajar dan dengan cara bijak. Jika kita kita pernah sakit, terluka dan terabaikan, menangislah sejadi-jadinya sampai kita merasa lega, setelah itu lupakanlah rasa sakit tersebut bangkitlah dan jadikan semua sebagai pelajaran untk melangkah ke depan menjadi lebih baik.
